Loading...

Pelabuhan Sastra Batch#1 Puisi

BUKAN HANYA JADI TEMAN
Cipt. Nikita Dinda Gumanda

Bukan dibuai delusi
Bukan disangka melampau realita
Berupa panjang yang menyingsing,
Bangkit di tengah dataran tajam
Buruk sinarnya, dibawa lesu
Ingin mengadu pada dinding, merupa sendu bertabur api
Hilang mengikis alur
Alur pilu yang mati

Sehingga,

Melantun harap berupa bisik dalam genggaman lesu
Menitik beratkan pada asupan geladrah jiwa.
Menganga di tengah tengah kosongnya ruang hampa penuh emosi
Manik ditengah ditindih hambar bergandeng depress,
Bukan sakit hanya meluapkan
Jangan hirau

Menarik bukan?
Tapi,
Tak nampak juang lagi mereka,
Mengerucuti serpihan masa dalam diam
Merupa nan menua
Tak lagi mampu mengikis dan memberi bekas pada tiap luka
membosankan

Enggan
Cipt. Difta Fitri Ramadya Putri

Bergelut dengan waktu pada jarak
Lamunan saat ini terusik ramai dalam sunyi
Seketika sedu sedan merayap serompak-kompak
Terlantun dalam denting sepah pada bunyi

Harap jumpa hanyalah sebuah harap
Yang tak kunjung terharap-senyap
Nestapa kian lirih menguap
Meluruh tanpa adanya sebab

Angan mengikat erat pada tubuh
Kepada ingin yang tak dapat kurengkuh
Ingin segera lekas sembuh-sungguh
Kepada sorak sorai sedih geduh bergemuruh

Duka ditelan sendu
Diam rapuh suntuk layu-ricuh
Bujuk hibur rayu tak lagi mampu
Hanya tatap matamu yang ampuh

HIKMAH COVID-19
Cipt. Muhammad Nur Satrio Aji

Wahai makhluk kecil tak terlihat
Engkau telah membuat bumi kami beristirahat
Engkau telah menghilangkan kekejaman diktator
Engakau telah membuat kami peduli terhadap sesama makhluk hidup
Engkau juga telah menyadarkan kami akan pentingnya menjaga kebersihan
Wahai makhluk kecil tak terlihat cukuplah engkau membuat kami sedih atas perilaku mu itu
Dan pulang lah engkau ke tempat asal mu
Agar kami hidup tenang dan damai tanpa adanya engakau di bumi ini

MENYERAH
Cipt. Mira Maharani

Bersama pengelanaan tak terarah
Dewasaku ini sungguh lemah
Berkeluh kesah, penuh amarah
Sabarlah dan tunggulah
Tak cacat kata ia bertitah

Kebahagaiaanmu segera tiba
Lagi, mengapa ringannya berkata
Sabar, tunggu datang waktunya
Kata kata tak berjiwa di dalamnya
Hanyalah penenang sementara

Tawa kebahagiaan dan kasih sayang
Mencoba menunggu itu kan datang
Tiba waktunya gelap ini akan hilang
Lalu mengapa, waktu dan aku
Seolah terhalang

Lagi,, aku bersabar
Bersabar, aku diguncang
Diguncang, aku bertahan
Bertahan, aku berduka
Berduka, aku putus asa

shock drop air force 1 full uv reactive | Air Jordan Sneakers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *