Loading...

[Esai KOSIGNAL 2020] INOVASI APLIKASI MEXDU SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN JARAK JAUH BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS BERBASIS TEKNOLOGI UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN YANG BERKUALITAS MENUJU INDONESIA EMAS 2045

oleh: Muhammad Yayang Putra Patrama dan Angga Tri Mulyono (Universitas Negeri Surabaya)

Kategori Penghargaan: Juara 2

PENDAHULUAN

Tahun 2045 menjadi tahun emas bagi Negara Indonesia. Melihat peluang di masa depan, Indonesia diharapkan dapat menjadi negara yang unggul, baik dari segi perekonomian, pendidikan, dan teknologi. Hal ini dikarenakan pada tahun 2045 Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalami bonus demografi. Generasi yang berperan penting pada tahun 2045 adalah mereka yang kini berada di usia preschool, SD, SMP, dan SMA (Latip, 2015). Mereka perlu difasilitasi suatu pembelajaran untuk memunculkan beberapa aspek seperti karakter, pengetahuan tinggi yang diperlukan di era 2045 agar dapat bersaing secara global dan mewujudkan harapan Indonesia di tahun 2045 (Wisnubro, 2019).

Aspek-aspek penting yang telah disebutkan dibentuk lewat program pendidikan berkualitas selama 12 tahun. Pendidikan berkualitas dapat mendorong terbentuknya individu yang ikut andil dalam membangun bangsa dan negara kedepanya, khususnya pada tahun 2045. Pendidikan dianggap penting karena dapat menanamkan semangat nasionalisme dan patriotisme dalam memajukan negara (Ardyansah, 2019), membekali dengan pengetahuan, mendorong lulusan agar berani terjun ke dunia bisnis atau membuka usaha yang dapat membuat lapangan pekerjaan. Seseorang yang memiliki pendidikan lebih tinggi cenderung dapat melihat dunia secara luas dan memiliki pemikiran yang lebih kritis. Kemampuan seperti inilah yang banyak dicari di dunia kerja. Oleh karena itu, pendidikan merupakan kunci yang paling utama untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia berkualitas dan gurulah yang memiliki peran krusial dalam pendidikan di sekolah. Dengan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dapat memberikan efek ganda terhadap pembangunan perekonomian yang selama ini merupakan salah satu hambatan bagi negara Indonesia dalam mencapai visi tahun 2045 (Bardono, 2020). Membuat pendidikan berkualitas yang mampu mendukung visi Indonesia tentulah tidak mudah. Perlu adanya peningkatan mutu pendidikan dengan perencanaan program yang jelas untuk menuntun generasi muda dalam mewujudkan hal tersebut. Segala rintangan yang menghambat pembangunan pendidikan perlu diatasi, seperti pandemi Covid-19 yang kini menghentikan banyak aktivitas masyarakat termasuk yang berkaitan dengan pendidikan formal di sekolah. Pemerintah perlu membuat strategi baru agar pendidikan dapat tetap berjalan. Pemerintah mengambil langkah dengan menetapkan kebijakan untuk belajar dari rumah (study from home) sebagai upaya memutus rantai penyebaran

Covid-19 (Ihsanuddin, 2020). Pembelajaran dari rumah dilakukan dengan guru mengirimkan materi dan instruksi pembelajaran secara daring atau lewat televisi, kemudian siswa mengerjakan instruksi guru di rumah masing-masing. Pembelajaran daring memberikan banyak pengalaman baru bagi guru, siswa maupun orang tua yang ikut mendampingi putra-putrinya. Masalah-masalah yang timbul dengan adanya pembelajaran dari rumah tentu disebabkan karena masih perlunya adaptasi semua orang akan pembelajaran ini. Adanya penerapan pembelajaran daring memberikan gambaran bagi kita bahwa penerapan teknologi di dunia pendidikan memang perlu dilakukan khususnya untuk keadaan-keadaan yang tidak memungkinkan contohnya pada pendemi saat ini. Tujuh bulan sudah pembelajaran daring dilaksanakan. Kelebihan dan kekurangannya menjadi pelajaran untuk penyelenggaraan pendidikan yang lebih baik di masa yang baru, yaitu New Normal. Pada masa New Normal ini beberapa daerah di zona aman (zona hijau) mulai kembali membuka sekolah (Prasetiyo, 2020), namun dengan segala protokol dan kebijakan yang diterapkan untuk tetap mencegah penyebaran Covid-19. Contoh protokol yang dilaksanakan adalah pembatasan siswa yang belajar disetiap kelasnya untuk memenuhi physical distancing dan mempermudah pengawasan kepada siswa (Lova, 2020). Sekolah Menengah Atas diminta untuk membagi siswanya kedalam dua sesi pagi dan siang. Pembagian sesi ini tentu mengurangi waktu belajar siswa yang biasanya 5-8 jam pada SMA menjadi lebih singkat. Untuk lebih mengoptimalkan pembelajaran di tengah era New Normal guru haruslah mempunyai strategi agar kompetensi yang harus dicapai dapat dipenuhi. Salah satu caranya yaitu dengan pengkolaborasian pembelajaran daring dan tatap muka (blended learning). Penerapan blended learning ini dapat menghemat tenaga guru serta mengefektifkan waktu karena pembelajaran di dalam kelas difokuskan pada kegiatan yang penting seperti praktikum sedangkan yang lainnya bisa dialihkan ke pembelajaran daring. Guru dapat memanfaatkan aplikasi pembelajaran untuk mendukung pembelajaran daring. Banyak aplikasi pembelajaran yang tersedia di internet. Setiap aplikasi memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri sehingga guru harus pintar dalam memilih aplikasi yang sesuai agar dapat memanfaatkannya secara maksimal.

PEMBAHASAN

MEXDU adalah sebuah aplikasi edukasi yang dapat dimanfaatkan oleh Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sederajat untuk pembelajaran jarak jauh. Aplikasi ini memiliki keunggulan dari segi fitur dan isi/konten yang dapat memudahkan pengajar dalam melaksanakan pembelajaran dan membekali pelajar untuk memiliki kemampuan yang diperlukan pada tahun 2045. Aplikasi ini sangat cocok untuk digunakan pada era New Normal yang mengharuskan sekolah dilaksanakan secara daring pada beberapa materi. MEXDU singkatan dari Multipurpose, EasilY accessible, eXhaustive, eDucational, Understandable. Multipurpose bermakna bahwa aplikasi ini memiliki berbagai fungsi (serba guna), karena adanya fitur-fitur lain yang inovatif dan tidak ada pada aplikasi lainnya. Kemudian Easily accessible berarti bahwa pengguna dapat dengan mudah mengakses aplikasi ini. Selain itu, ada pula eXhaustive artinya yakni aplikasi ini memiliki fitur yang lengkap (melengkapi dari aplikasi yang sudah ada). Lalu eDucational berarti bahwa aplikasi ini dapat digunakan sebagai alat untuk membantu pengajar mendidik dan menyampaikan materi. Terakhir yakni Understandable bermakna bahwa aplikasi ini dapat membuat pelajar mudah memahami pembelajaran dan memperoleh keterampilan yang diharapkan untuk menghadapi Indonesia Emas 2045. Untuk dapat menggunakan aplikasi MEXDU mula-mula pengguna perlu mendaftarkan diri terlebih dahulu. Terdapat pilihan daftar sebagai pengajar atau pelajar, lalu pengguna harus mengisi identitas diri seperti nama, email, dan nomor handphone, password,serta meng-upload foto profil. Pada aplikasi ini tersedia dua bahasa, yaitu bahasa indonesia dan bahasa inggris. Selanjutnya setelah berhasil membuat akun akan muncul menu awal berupa beranda/home, teman/friends, kelas/class, dan gemar membaca/fun reading. Pada menu beranda/home, pengguna dapat membuat catatan/notes pembelajaran dan menyimpannya. Khusus untuk pengajar, di dalam menu beranda terdapat history bahan ajar (lembar kerja pelajar, modul, share link, video pembelajaran), tugas, pertanyaan dan kuis yang dibuat pada menu Activity (bagian dari menu class). Bahan ajar, tugas, pertanyaan dan kuis yang ada pada menu beranda, dapat di-share oleh pengajar ke kelas lain, dengan begitu dapat memudahkan pengajar untuk membagikan materi yang sama pada kelas yang berbeda, sehingga pengajar tidak perlu membuat ulang materi lagi. Selain itu, terdapat pula kalender, dimana pengajar bisa menandai tanggal-tanggal penting selama tahun ajaran. Menu selanjutnya yaitu, gemar membaca atau fun reading yang merupakan fitur unggulan pada aplikasi ini. Menu gemar membaca terbagi menjadi dua sub menu. Pertama, sub menu bank literasi dan yang kedua sub menu reading challenge.

Berbicara mengenai sub menu bank literasi, bank biasanya identik dengan tempat penyimpanan uang. Namun, pada bank literasi ini bukanlah uang yang disimpan, melainkan segudang informasi yang bisa pelajar baca dalam bentuk artikel. Artikel yang dimuat sudah dipilih topiknya dari berbagai disiplin ilmu dan berita global, agar bisa mendorong kemampuan dan keterampilan pelajar dalam membaca, serta merangsang pelajar untuk berpikir kritis, mampu memecahkan suatu permasalahan dan berwawasan tinggi (Irianto dan Febrianti, 2020). Bank literasi ini juga diperuntukkan untuk semua jenjang, dimana kategori jenjang terdapat di samping artikel. Sub menu yang kedua yaitu reading challenge yang fungsi utamanya untuk menaikkan minat baca pelajar. Dimana pelajar yang tertarik dapat mengklik tombol “Daftar reading challenge”. Pelajar dapat membaca salah satu artikel yang terdapat pada bank literasi ataupun sumber bacaan lainnya seperti buku selama minimal 30 menit setiap harinya. Setelah pelajar membaca selama 30 menit, pelajar dapat mengisi format yang sudah disiapkan pada sub menu reading challenge.

Pelajar akan diminta untuk mengisi judul artikel atau sumber bacaan lain, halaman (jika bacaan berupa buku) yang dibaca serta ringkasan mengenai artikel atau buku yang sudah dibaca. Selanjutnya pelajar mengklik tombol “submit” agar pengajar dapat mengontrol dan melihat sejauh mana pelajar bersungguh-sungguh dalam melaksanakan challenge tersebut. Pengajar dapat melihat daftar pelajar dan laporan pencapaian pelajar pada sub menu reading challenge yang pengajar miliki. Nantinya, pengajar akan memilih 10 pelajar terbaik pada akhir tahun ajaran untuk menjadi duta literasi. Dengan adanya feed back dari pengajar, diharapkan dapat memicu pelajar untuk memotivasi teman yang lainnya. Fitur ini bersifat opsional, pengajar dapat memanfaatkan sebaik-baiknya untuk menumbuhkan budaya baca dikalangan pelajar. Menu selanjutnya adalah friends yang berfungsi untuk menambahkan teman yaitu pengguna yang telah mendaftar akun MEXDU. Teman dapat ditambahkan melalui e-mail atau nomor handphone. Menu kelas berfungsi untuk membuat kelas yang hanya diperuntukkan bagi pengajar. Pengajar akan mengisi nama kelas dan menambahkan siswa atau mahasiswanya yang sudah ditambahkan sebagai teman. Pada menu kelas ini terdapat fitur pengingat kelas, yang jika diaktifkan akan memberikan notifikasi dengan pilihan 15, 20, atau 30 menit sebelum kelas dimulai. Pada menu kelas terdapat beberapa sub menu, diantaranya menu Live Chat, Activity, Member, dan Achievement. Berikut penjelasan dari masing- masing sub menu (Lampiran 1).

Aplikasi MEXDU dapat digunakan oleh pengguna android dan iOS. Untuk membuat aplikasi MEXDU tentunya diperlukan tim yang besar. Secara garis  besar ada beberapa bagian yang harus disiapkan yaitu database, interface, network, dan pemrograman. Bagian database bertugas dalam penyimpanan data, dimana terbagi menjadi penyimpanan data untuk pengguna (identitas pengguna) dan penyimpanan data aplikasi (file pendukung aplikasi). Bagian interface bertugas untuk membuat tampilan aplikasi yang unik dan menarik supaya pengguna merasa nyaman dan tidak bosan dalam menggunakan aplikasi. Selanjutnya ada bagian network yang bertugas untuk membangun jaringan agar dapat terhubung dan bagian pemrograman yang tugasnya membuat dasar aplikasi agar dapat berjalan sesuai perintah.

Perbedaan aplikasi kami dengan aplikasi yang sudah ada adalah kelengkapan fitur-fitur dan kemudahan penggunaan dengan tidak mengesampingkan faktor keamanan. Selain itu, dalam aplikasi ini terdapat inovasi dengan memunculkan fitur-fitur baru yang mendukung pengajar membuat pembelajaran untuk dapat membekali siswa atau mahasiswa di tahun 2045 mendatang. Dengan aplikasi yang mempunyai fitur unggul, diharapkan dapat ikut mendorong majunya pendidikan di Indonesia.

PENUTUP

Pembangunan pendidikan berkualitas tentulah bukan merupakan tugas satu pihak saja, melainkan seluruh pihak memiliki andil untuk mewujudkannya. Pemerintah dengan pembangunan infrastruktur, pembuatan kebijakan dan kurikulum, pengajar sebagai contoh dan orang yang berinteraksi secara langsung dengan pelajar untuk membantu pelajar mendapat ilmu, keterampilan dan karakter, orang tua yang mendidik dan melaksanakan pendidikan anak selain di sekolah, serta masyarakat yang ikut mengajarkan pelajar di lingkungan masyarakat. Solusi yang kami buat hanyalah alat yang seberapa canggihnya pun jika tidak dimanfaatkan dengan baik tetaplah tidak memberi manfaat apapun. Pengajar sebagai garda paling depan dalam pendidikan di sekolah harus terus beradaptasi dengan perubahan dan berinovasi untuk mencari pengajaran yang paling cocok dengan menggunakan fasilitas yang ada.

DAFTAR PUSTAKA

Irianto, P. O dan Febrianti, L.Y. (2017) ‘Pentingnya penguasaan literasi bagi generasi muda dalam menghadapi mea’, The 1st Education and Language International Conference Proceedings Center for International Language Development of Unissula (Online) Tersedia di http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/ELIC/article/download/1282/989 (Diakses pada: 01 November 2020).

Kemendikbud. (2017) Peta Jalan Generasi Emas Indonesia 2045. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Online) Tersedia di: https://paska.kemendikbud.go.id/170822-V.2-Generasi-Emas-2045.pdf (Diakses pada : 01 November 2020).

Latip, A.E. (2015) Professional Learning untuk Indonesia Emas. Institutional Repository UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Online) Tersedia di: repository.uinjkt.ac.id (Diakses pada : 02 November 2020).

Ihsanuddin. (2020) ‘Jokowi : Kerja dari Rumah, Belajar dari Rumah, Ibadah dari Rumah Perlu digencarkan’, Kompas.com, 16 Maret (Online) Tersedia di: https://nasional.kompas.com/read/2020/03/16/15454571/jokowi- kerja-dari-rumah-belajar-dari-rumah-ibadah-di-rumah-perlu- digencarkan?page=all (Diakses pada: 02 November 2020).

Lova, C. (2020) ‘Begini Skema Penerapan New Normal Di Sekolah Saat Tahun Ajaran Baru’, Kompas.com, 2 Juni (Online) Tersedia di: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/06/02/08220171/begini- skema-penerapan-new-normal-di-sekolah-saat-tahun-ajaran-baru- di?page=3 (Diakses pada: 02 November 2020.

Prasetiyo, W. A. (2020) ‘New Normal, Kemendikbud Buka Sekolah Secara Bertahap’, Republika.co.id, 13 Juli (Online) Tersedia di: https://republika.co.id/berita/qdea28467/new-normal-kemendikbud- buka-sekolah-secara-bertahap (Diakses pada: 02 November 2020)

Tanpa nama. (2019) ‘Jumlah Kelas Menengah Naik, Indonesia Siap Jadi Negara Maju pada 2038’, Liputan6.com, 22 April (Online) Tersedia di: https://m.liputan6.com/bisnis/read/3947300/jumlah-kelas-menengah- naik-indonesia-siap-jadi-negara-maju-pada-2038 (Diakses pada : 02 November 2020)

Winusboro. (2019) ‘Generasi Emas 2045 Wajib Memiliki Karakter, Keterampilan, dan Pengetahuan Tinggi’, Line today, 20 April (Online) Tersedia di: https://today.line.me/id/pc/article/Generasi+Emas+2045+Wajib+Mem iliki+Karakter+Keterampilan+dan+Pengetahuan+Tinggi-onz9Vp (Diakses pada : 02 November 2020.

Ardyansah, V. (2019) Semangat nasionalisme-patriotisme harus dimiliki generasi milenial (Online) Tersedia di: https://www.google.com/amp/s/amp.ayosemarang.com/read/2019/08/ 14/42124/semangat-nasionalisme-patriotisme-harus-dimiliki-generasi- milenial (Diakses pada: 03 November 2020).

Bardono, S. (2020) Menko perekonomian harapkan kontribusi bppt dalam pengembangan industri tanah air (Online) Tersedia di: http://technology-indonesia.com/ekonomi/menko-perekonomian- harapkan-kontribusi-bppt-dalam-pengembangan-industri-tanah-air/ (Diakses pada: 03 November 2020).

FW0663 – adidas samba ireland live score last night – adidas Futurenatural Shoes Vivid Red Mens | air max 97 black undefeated , Kids Air Jordan — Spurn Entertainment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *